Sabtu, 22 Januari 2011

malam minggu kelabu

malam minggu kelabu, yaa kalimat tadi sering aku temuin di berbagai penjuru akun sosial. dan untuk pertama kali ini aku memakai kalimat itu. kenapa?
jadi gini ceritanya :
sabtu 22 januari 2011
malam minggu kelabu pertama kali yang pernah aku rasain, aku termenung melihat rentetan nama pemilik akun sosial, setiap menit setiap detik selalu bertambah jumlahnya. seakan akan mereka berlomba untuk manempati bagian teratas di daftar obrolan. satu demi satu nama aku cermatin, aku terus mencari satu nama itu. nama yang emm mungkin jarang terdengar ditelinga orang, dan akupun baru pertama kali mendengar seseorang yang memiliki nama itu. sebut aja dia 'simas margarin dapur' ya aku mencari nama itu. aku menunggu dan terus menunggu, lama? ya aku menunggunya lama bahkan sangat lama. malam semaki larut namun batang hidungnya pun belum tampak.
dan aku benci saat saat ini, saat saat dimana aku berada dititik kejanuhan dan keterputus asaan. harus aku akui aku jenuh, aku bosan ya aku bosan menunggu terlalu lama. dan saat saat itupun datang. saat saat dimana aku menyesali perbuatanku pada saat itu dan melakukan kesalahan terbasar. yaa kututup jejaring sosial yang satu itu dengan perasaan yang teramat gelisah ya gelisah. kenapa? 3 bulan telah berlalu dan semenitpun aku tidak pernah lagi mendengar kabarnya. ya kalian bener, aku rindu. rindu kepadanya, kepada simas margarin dapur. setelah aku memutuskan untuk menyudahi dan beristirahat secukup mungkin, tak henti hentinya aku memikirkanya. tanpa sadar lenganku ini menyentuh hp dan membuka jejaring sosial itu lagi. dan apa yang terjadi? di beranda tertulis 'simas margarin dapur sekarang berteman dengan blabla dan blabla' 'simas margarin dapur menambahkan foto koleksinya' dan tanpa berfikir panjang, laptop dan modem yang yaah baru aja 5 menit yang lalu aku tinggalin, udah hidup dan online lg. daan di deteran pemilik nama akun akun itu, terlihat dengan jelas namanya. nama yang singkat tapii mengandung arti penuh makna. kegelisahan yang tadi serontak hilang berganti dengan degupan keras dan kencang dari jantung. dan saat itu mulai berfikir "sapa,enggak,sapa,enggak,sapa,enggak,mau nyapa apa enggaaaaak?" karena rasa 'gengsi' ku yang lebih besar aku putuskan untuk menunggunya (lagi) detik demi detik berganti menit, semakin lama semakin kencang degupan itu, daan tak lama kemudian. nama ituu nama singkat yang mengandung arti penuh makna itu hilang, hilang entah kemana dan entah sejak kapan. yaaaaaaaah pengorbananku untuk menunggunya malam ini sia sia. yaa sangat sia sia.
kecewa sedih gelisah bingung semuanya bercampur jadi satu menjadi MALAM MINGGU KELABU